Mendelegasikan Pekerjaan
Mendelegasikan pekerjaan artinya menyerahkan pekerjaan untuk dikerjakan oleh orang lain, yaitu bawahan kita. Kenapa diserahkan? Karena kita tidak boleh bekerja sendiri. Kita harus bekerja sebagai sebuah tim. Kita harus bekerja sama. Jadi, mendelegasikan pekerjaan adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap orang yang punya bawahan.
Apa keuntungannya? Keuntungannya sangat jelas, yaitu Anda tidak perlu lagi mengerjakan pekerjaan itu. Biarkan orang lain bekerja. Lho, kok enak? Memang harus seperti itu. Ini hal yang sebenarnya harus terjadi. Makin tinggi posisi seseorang makin sedikit porsi pekerjaan yang harus dia kerjakan sendiri. Orang pada posisi tinggi fungsinya bukan mengerjakan, tapi memikirkan apa yang harus dikerjakan.
Seorang manajer bertugas menerima pekerjaan, membagikannya kepada bawahan, lalu memantau apakah pekerjaan itu berjalan sesuai rencana atau tidak. Kalau tidak, ia harus memikirkan tindakan koreksi. Kalau berjalan sesuai rencana, ia harus memikirkan upaya peningkatan. Ia juga harus memikirkan pengembangan dirinya dan bawahannya.
Ada banyak manajer yang tidak berkembang. Kinerjanya begitu-begitu saja. Sebabnya, ia tidak pandai mendelegasikan pekerjaan. Ia bekerja sendiri. Ia merasa semua hal harus dia kerjakan.
Perilaku seperti itu biasanya muncul oleh beberapa sebab. Pertama, tidak paham mekanisme manajemen, yaitu bahwa ia harus mendelegasikan pekerjaan. Kedua, enggan membagi pekerjaan, karena takut terlihat tidak bekerja. Ketiga, tidak sanggup membina bawahan agar terampil bekerja. Keempat, perfeksionis, menganggap hanya dia saja yang bisa bekerja.
Kegagalan mendelegasikan pekerjaan adalah perangkap yang membuat manajer tidak bergerak di suatu posisi, tidak bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi.
Comments
Post a Comment