Skill atau Kedekatan
Ada satu lagi pertanyaan di kelas manajemen saya. Ini tipikal pertanyaan PNS. "Di tempat kerja saya yang naik jabatan biasanya bukan orang yang punya skill dan prestasi, tapi orang yang dekat dengan atasan." Banyak orang yang tidak kunjung naik, meski ia punya kemampuan. Begitu katanya.
Perlukah keduanya dipertentangkan? Kalau saya, saya tingkatkan skill, saya raih prestasi, tapi juga saya bangun kedekatan dengan atasan. Kenapa perlu menjauh dengan alasan bahwa kita profesional? Kenapa kita biarkan atasan kita dikelilingi orang-orang yang tak becus kerja?
Tapi bagaimana kalau dia korup? Kalau Anda tidak bisa menghalangi, setidaknya jangan ikut. Saya pernah jadi PNS. Saat saya datang untuk bertemu atasan, saya mendengar pembicaraan orang sedang berbagi proyek kolusi. Tapi saya tidak datang untuk itu. Saya datang sebagai orang profesional. Saya menjalin hubungan yang akrab, tapi tetap profesional.
Saya khawatir, ungkapan-ungkapan seperti hanya dalih untuk menutupi kegagalan saja.
Comments
Post a Comment